Minggu, 25 Mei 2014

Komodo Trip

Hari ke-1
Terminal 3 Soetta, 15 Mei 2014 jam 5.45 sudah terlihat ramai. Saya pun turut ikut meramaikan bandara itu di pagi hari. Pesawat LionAir jam 08.15 akan membawa saya menuju Denpasar yang akan dilanjutkan dengan WingsAir menuju Labuan Bajo. Waktu boarding LionAir kaki ini ontime, tapi waktu lepas landasnya justru mundur 1 jam dengan alasan menunggu kelengkapan dokumen. Selama 1 jam penumpabg menunggu di dalam pesawat dengan udara pengap karena ac tidak nyala.

Seharusnya sampai Denpasar kita memiliki waktu 50 menit untuk transit, tetapi karena waktu terbang kita tadi terlambat jadi di bandara Denpasar kita gak masuk ruang tunggu lagi tapi langsung naik pesawat WingsAir yang udah siap. Perjalanan Denpasar menuju Labuan Bajo ditempuh selama 1 jam 30 menit.

Selamat datang dibandara udara Komodo Labuan Bajo. Peserta trip kali jumlahnya 17 orang. Dari bandara kita langsung menuju pelabuhan tempat kapal yang akan membawa kita mengelilingi lautan flores berlabuh. Rombongan dibagi menjadi 2 kapal. Karena sampai Labuan Bajo udah siang, cacing diperut mulai ramai demo. Kapten kapal dan ABK menyiapkan makan siang untuk kita.






Setelah makan siang tujuan pertama sailing komodo kali ini adalah pulau kanawa. Pulau ini sangat sepi, yang biasa bermalam disini pun para wisatawan mancanegara. Gak lama kita di pulau kanawa karena waktu udah makin sore. Dari pulau kanawa kita menuju Gili Laba untuk bermalam disana.

Hari ke-2

Selamat pagi Gili Laba. Salah satu kenikmatan tidur dikapal atau yang sering disebut Live on Board (LOB) adalah pas bangun tidur tuh kita bisa langsung liat pemandangan yang keren banget. Beda banget deh sama Jakarta.hehe..

Ok, kegiatan kita hari ini dimulai dengan tracking Gili Laba. Setelah sarapan roti bakar secukupnya saatnya perjuang dimulai. Medan untuk tracking cukup terjal, karna kita nanjak kyknya tuh 60 derajat deh. Gak ada jalur datarnya, naik terus. Setelah kira-kira 45 menit tracking yang disela sama narsis disetiap kesempatan akhirnya kita berhasil juga sampai di atas. 

Subhanallah indah banget ya ciptaan Allah itu. Memang bener ya segala sesuatu itu gak ada yang sia-sia. Walaupun harus pake perjuangan tapi apa yang didapat itu hasilnya keren banget. Akhirnya kita istirahat sambil sesi foto diatas. Setelah puas foto-foto mau gak mau kita harus kembali ke kapal, kita memilih jalur turun yang agak jauh dan landai, jadi gak lewat jalan waktu naik tadi.

Sesampainya kembali dikapal langsung disediain jus pisang + nanas yang seger banget. Beneran deh enak banget itu jus. Dan sarapan nasi goreng pun dilakukan jam 10 (sarapan apa persiapan makan siang ya?). Sambil ngabisin sarapan kapal terus berlayar menuju tempat selanjutnya yaitu Manta Point.

Di manta point awalnya kita bingung yang mana sih mantanya? Gak taunya banyak banget dan gede-gede lagi. Pada gak sadar klo itu manta. Puas kejar-kejaran sama manta perjalanan dilanjut ke Batu Bolong, disini bawah lautnya keren warna warni lho. Tapi klo mau snorkeling disini harus hati-hati, karena kita gak boleh ngelewatin batas batu itu. Klo udah keluar dari area batu itu bisa bahaya banget karena arusnya serem. Banyak kejadian orang yang kebawa arus disitu.

Dari batu bolong kita pulau gusung yang gak jauh dari situ. Pasirnya pink lho disini. Puas banget foto-foto sama main air disitu. Lanjut kita ke Pink Beach yang terkenal dimana-mana. Dari kemarin perjalanan kita kayak private tour, karena tempat yang kita datengin tuh sepi semua, jadi gak rebutan view untuk sesi foto. Nah di pink beach ini rame bener, banyak kapal-kapal yang kesini. Disini terumbu karangnya bagus dan juga gak dalem. Klo snorkeling tuh deket banget sama badan, bisa cuma jarak sejengkal aja. Makanya bisa keliatan langsung juga tanpa harus snorkeling.

Gak lama kita di pink beach lanjut pindah nyari tempat untuk istirahat malam ini. Akhirnya kita bermalam di Kalong Komodo. Disini airnya lebih tenang daripada tempat yang semalem. 


Hari ke-3

Bangun tidur langsung liat sunrise itu rasanya indah banget ya. Pagi-pagi kapal langsung bergerak menuju pulau padar. Pulau kedua yang akan kita daki setelah kemarin Gili Laba. Saatnya bersiap-siap, soalnya katanya sih viewnya lebih ok dari yang kemarin.

Tracking kali ini memang gak seberat Gili Laba yang nanjak terus. Jalur kali ini lebih landai tapi panjang. Mendekati puncak jalur semakin sulit. Tapi lagi-lagi setelah sampai puncak semua terbayarkan oleh apa yang dapat dilihat dari sini. Saya merasa amat kecil dan gak ada apa-apanya klo melihat keindahan ini. Perjalanan kemana pun selalu membuat saya sadar akan Kebesaran Tuhan.


Sesi foto itu gak boleh ketinggalan. Walaupun mata kita selalu mengcapture gambar lebih indah dari kamera tapi kamera harus tetap ikut mengabadikannya. Dari atas Padar Utara kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa indahnya dan ini di INDONESIA. Setelah capek tracking saatnya leyeh-leyeh di padar selatan. Menurut saya pasir disini lebih pink dari yang di pink beach.

Perut kenyang kaki pegel saatnya tidur siang. Perjalanan dari Padar menuju Rinca kurang lebih 2 jam, makanya harus dimanfaatkan untuk istirahat. Sesampainya di Rinca saatnya bertemu komodo yang ditunggu-tunggu.


Komodo disini masih sangat liar, jadi kita hanya boleh mengambil gambar dengan jarak 5m. Selama berjalan-jalan disini kita harus selalu waspada, karena komodo paling jago untuk mengelabui lawan. Dari pulau rinca kita menuju pulau kalong. Woow banyak banget kalongnya kayak laron, tapi ini gede-gede banget. Puas ngeliat kalong yang terbang kayak laron saatnya mencari tempat untuk istirahat.

Berhubung ini malam terakhir perjalanan kita jadi malam ini kita makan malam bareng-bareng dikapal besar. Saatnya 2 kapten kapal untuk saling unjuk rasa. Tapi masakan kapten kapal itu enak-enak semua lho. Perut kenyang mata ngantuk saatnya tidur, malam ini kita berada disekitar pulau kelor.


Hari ke-4

Hari terakhir untuk menikmati udara dialam bebas. Kita menikmati pemandangan dengan bersantai di pulau kelor. Jarak pulau kelor dna labuan bajo pun tidak jauh. Menghabiskan waktu bersantai di pulau kelor gak terasa membosankan. 

Jam 1 siang kita udah sampai di labuan bajo. Sebelum terbang menuju denpasar kita mampir ke toko souvenir yang ada di depan bandara. Akhirnya selamat tinggal Labuan Bajo, sepertinya saya akan balik kesini lagi, karena pemandangan disini sangat indah.


Sesampainya di Denpasar kita masih ada waktu 4 jam. Berhubung banyak yang kelaperan akhirnya kita makan ayam taliwang  yang deket Krisna biar bisa sekalian belanja. Karena waktu masih cukup untuk muter-muter Bali akhirnya kita muter tol Bali, tapi sayang airnya sedang surut jadi terlihat seperti rawa. Jam 20.30 panggilan boarding, Lion air nya gak delay lho. Sampe Jakarta jam 21.30 dan sampe rumah jam 23.00 dengan selamat dan capek.

Perjalanan kali ini memang melelahkan. Tapi keindahan negeri ini harus disyukuri. Jelajahlah negeri kita tercinta selagi ada kesempatan. Dengan begitu kita dapat mensyukuri segala ciptaanNya dimuka bumi ini.





Minggu, 11 Mei 2014

Pejuang bukan? HADAPI...

"Temen2 relawan JKT hari minggu, 11 Mei 2014 temen2 relawan Bogor mau bagi2 DVD, kita bantu yuk"
itu merupakan whatsapp yang masuk ke grup TurunTangan JKT. Entah mengapa tanpa berfikir panjang saya langsung jawab "mau ikuut". 

Minggu, 11 Mei 2014 jam 6.30 saya sampai di markas Ciasem. Beberapa orang udah dateng dan bahkan ada yang nginep. Pagi yang cerah akan nemenin kita para relawan JKT & Bogor untuk jalan2. Setelah cemal-cemil sarapan & tunggu2an akhirnya jam 7.30 4 mobil rombongan Jkt menuju ke meeting point di kampus pascasarjana IPB.

Sepanjang perjalanan saya sempet bertanya-tanya sendiri, sebenernya ngapain ya pagi2 ngumpul di Ciasem trus ke Bogor?kan enakan tidur dirumah aja. Ngapain juga kita sibuk2 ngenalin seseorang ke masyarakat umum padahal kita juga baru kenal sama sosok itu, saudara juga bukan apa untungnya buat saya? 

Pertanyaan2 itu bukan hanya saya yang merasakan, karena kita sempat ngebahasnya dalam perjalanan pagi ini. Katanya relawan Rp. 0 tapi kok masih ngerogoh kocek sendiri buat beli bensin dan bayar tol? Ini sih namanya relawan minus..haha..bener juga ya. Tapi kok kita semua mau2nya sih?

Hal-hal yang ada dari alam bawah sadar mungkin yang menggerakan kita para generasi muda untuk bertindak, bukan hanya mendiamkan. Ternyata jawabannya adalah karena kita orang-orang yang sangat peduli dengan Indonesia dan yakin Indonesia akan bangkit. 

Jam 8.30 kita ngumpul di kampus pascasarjana IPB. Agenda awal perkenalan para relawan dan penjelasan mekanisme kegiatan hari ini. Ternyata perjalanan kita kali ini panjang, dimulai dari CFD di Tegar Beriman Cibinong, makan siang di Bakso Sukowati Cikeas, terminal Cileungsi dan berakhir di kampung cina.

Sebelum hari mulai panas mari kita berangkat. Jam 9.00 kita menuju CFD Tegar Beriman, rombongan bertambah menjadi 7 mobil dengan total 27 relawan.

Saatnya berjuang, para relawan menyebar di daerah CFD. Disini kita bagi2 koran dan DVD. Pada saat saya membagikan koran ada seorang ibu yang bertanya untuk apa ini?apa hebatnya orang ini?Akhirnya saya pun menjelaskan sedikit panjang lebar kepada ibu tersebut. Disaat saya mau pamitan ibu pun berkata "lain kali jangan koran doank, kaos kek atau apa gitu" wow akhirnya saya jawab saja "kami relawan bu, kaos aja beli sendiri" ibu itu menjawab lagi "jangan mau dunk klo udah repot disuruh beli sendiri" akhirnya pembicaraan mulai memanjang lagi. Miris ya klo menghadapi orang yang maunya hanya diberi tanpa ingin memberi. Ok kita gak berlama-lama disini karena hari sudah semakin siang. Saatnya menuju Cikeas.

Perjalanan menuju Cikeas agak lama karena kita bertemu dengan kemacetan. Langsung mikir deh apa iya pak SBY klo pulang lewat sini, jalan cibubur yang selalu macet? gak kebayang klo harus pake pengawal yang malah bikin jalan semakin macet.

Berhubung udah jam 11.30 jadi tujuan langsung ke Bakso Sukowati Cikeas yang konon kabarnya tempat makan para menteri. Kali aja kita2 ini nantinya akan menjadi menteri untuk membantu Indonesia. Para relawan berhasil memerahkan rumah makan tersebut. Niat awal kita mau muter DVD disitu eh batal karena semua udah konsentrasi sama makanannya masing2..hehe

Makan bakso udah, salat zuhur udah, saatnya perjuangan dilanjut ke terminal Cileungsi. Walau panas terik menghadang tidak mengurangi semangat para relawan untuk bertemu dengan orang2 disekitar terminal. Lagi2 disini ada seorang ibu yang bilang ke saya "lain kali amplopnya dunk jangan koran doank". Saya langsung berfikir, bener juga ya ibu itu, klo koran ini diamplopin pasti akan lebih bagus dan menarik..hehe..Itulah sedikit foto masyarakat Indonesia saat ini.

Di terminal ini kita sempat istirahat sejenak untuk menghilangkan dahaga karena teriknya matahari siang ini. Eh gak sengaja liat warung ini punya DVD, akhirnya kita minta ibunya untuk pasang DVD yang kita bawa, nobar seadanya pun berlangsung diwarung itu.

Jam 14.30 kita menuju lokasi terakhir di kampung cina. Memang ini lokasi yang bagus, karena banyak masyarakat yang berdatangan kesini. Tapi ternyata eh ternyata kita gak dikasih ijin sama petugas sekitar. Ok relawan gak menyerah kok, kita piknik aja klo gitu disini sambil evaluasi kegiatan hari ini.

Akhirnya jam 15.30 acara selesai dan kita berpisah dengan relawan Bogor. Terima kasih teman2 untuk perjuangan dan ilmunya hari ini. Abis dapet ilmu dilapangan dapet juga ilmu tambahan selama perjalanan pulang. Hari ini kita udah membuat sejarah untuk perubahan Indonesia mendatang teman. Para pejuang2 baru telah lahir.