ketika aku masih muda dan bebas berkhayal..
aku bermimpi ingin mengubah dunia..
seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku..
ku dapati bahwa dunia tidak kunjung berubah..
maka cita-cita pun ku persempit..
lalu ku putuskan hanya untuk mengubah negeri ku..
namun, tampaknya hasrat itupun tiada hasil..
tatkala usia ku semakin senja..
dengan semangatku yang masih tersisa..
ku putuskan untuk mengubah keluarga ku..
orang-orang yang paling dekat dengan ku..
sayangnya, mereka pun tidak mau diubah..
kini, sementara aku berbaring menunggu ajal menjelang..
tiba-tiba ku sadari..
andai pertama-tama yang ku ubah adalah diriku..
maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan..
mungkin aku bisa merubah keluarga ku..
lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka..
bisa jadi aku pun bisa mengubah negeri ku..
kemudian, siapa tahu..
aku bahkan bisa mengubah dunia..
(Terukir disebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100M)
Senin, 30 September 2013
Kesaktian Pancasila
Masih sakti kah Pancasila?
Itu pertanyaan yang paling sering muncul
pertama kali saat mendengar hari kesaktian Pancasila. Sebenarnya apa sih makna
Pancasila bagi bangsa Indonesia? Yang saya tau Pancasila itu 5 prinsip dasar
negara Indonesia. Dengan begitu seharusnya dalam melakukan tindakan apapun
Indonesia harus berdasarkan Pancasila. Hal ini mungkin akan menjadi pembahasan
yang sangat panjang dan berat bagi generasi muda, termasuk saya.
Saya mengakui
sebagai generasi muda masih banyak tidak pedulinya terhadap Pancasila. Banyak orang
yang merasa itu kan hanya sekedar wacana, tapi kenyataanya tidak dapat
diterapkan. Miris rasanya klo mendengar hal itu. Semenjak saya bekerja di
lembaga yang mencetak calon pimpinan tingkat nasional, saya pun mulai
belajar dan peduli akan negara ini.
Mari para generasi muda kita dukung negara
Indonesia ini. Biarkan orang berkata apa, yang penting kita melakukan yang
terbaik yang kita mampu. Jangan mudah terpengaruh oleh keadaan. Kalau bukan
kita siapa lagi yang akan memikirkan bangsa ini.
Apakah kita akan membiarkan
bangsa ini terpuruk? Para pahlawan pendahulu kita telah berjuang dengan
mengorbankan jiwa dan raganya. Perjuangan apa yang bisa kita lakukan sekarang
untuk meneruskan ini semua? Apakah hanya menunggu keajaiban yang akan membuat
negara ini bangkit dengan sendirinya? Sepertinya hal itu akan sangat sulit.
Mari
kita lakukan dari hal yang kecil pada diri kita sendiri terlebih dahulu untuk
mengembalikan Kesaktian Pancasila, agar Pancasila benar-benar menjadi dasar bagi
bangsa Indonesia dalam bertindak. Berharaplah selalu demi kebaikan. Mari kita
buat sejarah bagi diri sendiri dengan membuat sesuatu yang bermakna dan dapat
dikenang.
Minggu, 25 Agustus 2013
Jambore Sahabat Anak XVII
Sabtu, 24 September 2013. pagi ini saya dan empat
orang teman saya memulai aktivitas dipagi hari. Hari libur yang biasa digunakan
untuk bersantai saat ini tidak. Pukul 04.30 kami berlima menuju Bimbel Koran
Klender untuk menjemput adik2 yang akan mengikuti kegiatan Jambore Sahabat Anak
XVII. Disaat mata masih ingin terpejam dan bermimpi kami sudah harus segera
menuju Klender. Sesampainya di Klender keinginan untuk memejamkan mata dan
kembali bermimpi hilang sudah karena melihat semangat adik2 pagi ini. Kami menuju
Ragunan dengan menggunakan metromini. Selama perjalanan mereka saling bercerita,
ada seorang adik yang bercerita kepada saya “kak, aku gak bisa tidur semalem
karena takut telat”. Wow mereka saja yang tidak tidur masih semangat kenapa
saya yang punya kesempatan tidur masih ngantuk aja ya?! Cuaca pagi yang cerah
pun menyambut adik2 tiba di Buper Ragunan. Kakak2 pendaming lainnya pun
menyambut kedatangan kami dengan senyuman. Keceriaan pun semakin bertambah,
karena tempat ini akan diramaikan oleh 1000 adik dan 500 volunteer. Sebelum kami
masuk ke area perkemahan setiap kelompok diberika sesi foto bersama.
Sambil menunggu teman2 dari daerah lain yang
belum datang kami menggunakan waktu kosong untuk menghias tenda. Kekompakan adik2
dan kakak2 mulai terlihat saat menghias tenda. Adik2 sangat ingin terlibat
dalam kegiatan itu, mereka saling berebut untuk membantu. Pembukaan JSA pun
dimulai, 1500 orang bergabung ditengah lapangan dengan menggunakan kaos orange.
Berbagai kegiatan workshop disediakan oleh
panitia untuk meramaikan kegiatan ini. Kakak2 dan adik2 saling mendukung dan
menyemangati dalam kegiatan ini. Meskipun matahari menyinari Buper Ragunan dengan
terik tapi tidak menurunkan semangat kami dalam mengikuti acara ini. Kegiatan workshop
pun berjalan hingga sore hari. Terlihat sekali antusias adik2 dalam kegiatan
ini. Kemandirian, kemanjaan, keisengan dan kepedulian adik2 terlihat disini. Saya
dapat mengamati dan mengetahui karakter beberapa adik melalui kegiatan seperti
ini. Sore hari kegiatan antri mandi pun berlangsung. Adik2 semua mengantri
untuk mandi sedangkan kakak2nya gak ada yang mandi.hehehe.. kegiatan malam hari
diisi dengan dongeng dan live musik. Pukul 22.00 adik2 mulai memasuki tenda
untuk istirahat agar besok pagi kembali segar. Berhubung di dalam tenda suasana
sudah penuh dan panas, beberapa kakak2 termasuk saya akhirnya memilih untuk
tidur diluar tenda dibawah bintang2 dan ditemani oleh sinar bulan.
Kegiatan minggu pagi pun diawali dengan
munculnya matahari yang masih malu2 di Buper Ragunan. Olah raga membuka
kegiatan pagi ini, dan goyang cesar pun menghebohkan Buper Ragunan. Hari kedua
masih diisi kegiatan workshop hingga siang hari. Dan sore hari diisi dengan
pengumuman berbagai pemenang kegiatan dan pemulangan para adik2. Kakak2 masih
berkumpul hingga menjelang magrib dan akhirnya pulang kerumah masing2 untuk
istirahat dan memulai hari esok dengan senyuman. Terima kasih adik2 dan kakak2
volunteer Bimbel Koran, serta panita JSA XVII yang top abis. Saatnya kita
belajar bersyukur dari manapun dan apapun.
Dua hari yang bersejarah. Terima kasih adik2
dan kakak hebat. Kalian semua Luar Biasaaaa!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)

