Minggu, 22 Juni 2014

Debat Capres

Debat Capres ke-3 yang berlangsung kemarin 22 Juni 2014 mengangkat tema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional". Tema yang menarik buat saya untuk mengikuti debat tersebut karena saya tau sedikit tentang Ketahanan Nasional.

Ketahanan Nasional itu ada 8 gatra, saya sangat berharap bisa tau apa yang menjadi visi para Capres dengan mengupas ke8 gatra tersebut. Tapi sayang tadi malam ke-2 Capres hanya membahas dari sisi ekonomi dan pertahanan saja.

Sedikit pengetahuan saya mengenai Ketahanan Nasional yang saya dapat kan dari kantor dan kuliah S2 saya ternyata cukup bermanfaat dan mampu mengkritisi debat tadi malam. Ada istilah yang baru saya dengar justru tadi malam, salah satu Capres menyebutkan "pertahanan hybrid". Karena penasaran saya googling mengenai hal tersebut, tapi kok adanya cuma dari sang Capres itu aja ya?

Mungkin sedikitnya pengetahuan yang saya miliki menyebabkan saya terkesan menjatuhkan Capres yang tidak mengerti masalah Tannas. Tetapi menurut saya Tannas harus dibahas melalui 8 gatra dengan integral, komprehensif dan holistik. Tannas sangat berpengaruh bagi bangsa, konflik LCS pun berpengaruh bagi Indonesia.

Open recruitment yang dilakukan KemenPan&RB untuk pejabat eselon I saja mensyaratkan salah satunya telah alumni Lemhannas atau Diklatpim Tk. I, kenapa untuk menjadi seorang Presiden hal itu tidak dilakukan?

Saya berharap Presiden terpilih nantinya dengan rendah hati mau untuk main di Lemhannas dulu selama 1 bulan sebelum menjalankan tanggung jawabnya sebagai Presiden. 6 core Lemhannas sangat diperlukan untuk membangun negara ini. Semoga negara ini semakin maju dan menjadi lebih baik. Ammiin

Selasa, 03 Juni 2014

Pemimpin Negeri

Pesta Demokrasi di Indonesia akan diadakan tahun ini 2014. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan berlangsung tanggal 9 Juli 2014 sudah membuat semua orang dinegeri ini turut sibuk untuk andil bagian. Ya kita memang harus turut sibuk dalam membangun negeri ini, kita tidak boleh cuek dan acuh terhadap negeri ini. 

Prabowo dan Jokowi adalah 2 orang Capres yang diharapkan akan membawa negeri ini kearah yang lebih baik untuk 5 tahun kedepan. Seharusnya kehadiran 2 orang ini dapat memberikan angin segar untuk kemajuan bangsa setelah 10 tahun dipimpin oleh SBY. Tapi yang sangat disayangkan adalah hingar bingar para pendukung dari kedua kubu yang saling menjatuhkan. 

Sedih kalo melihat keadaan di negeri ini saat ini. Seharusnya pesta demokrasi kita sambut dengan lebih baik. Dengan menyampaikan berbagai visi yang diemban oleh para Capres yang ada seharusnya dapat menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki calon pemimpin yang hebat. 

Sayangnya tidak semua orang dinegeri ini melihat berbagai masalah secara positif. Visi disampaikan oleh salah satu Capres malah dijadikan permasalahan baru oleh Capres lainnya. Terlalu banyak orang yang pesimis akan keadaan negeri ini. Terlalu banyak orang yang ingin menjatuhkan lawannya dengan curang. Ada apa dengan negeri ini? Semoga pesta demokrasi kali ini dapat memberikan harapan baru bagi bangsa Indonesia.

Seseorang yang hebat akan muncul melalui perjuangan, tidak dengan jalan yang mudah. Negeri ini tidak kekurangan pemimpin, negeri ini hanya butuh pemimpin yang berani. Berani untuk membawa bangsa ini mengarungi lautan luas dengan ombak yang besar.