Senin, 18 Agustus 2014

Faktor "M"

Udah lama ninggalin blog ini. Padahal dulu dah sempet janji ke diri sendiri klo mau nulis minimal 1 bulan 1x. Seharusnya sih itu bukan hal yang sulit, tapi kenapa ya kok selalu aja ada alasan untuk malas nulis. Faktor "malas" itulah yang utama.

Kenapa sih kita jadi malas? Padahal udah tau klo malas itu bukan sifat yang baik. Gimana mau bermanfaat buat orang lain klo selalu malas? Banyak pertanyaan lain yang selalu berputar-putar dipikiran ini. Tapi kenapa hanya berputar-putar aja, kok gak berusaha untuk diselesaikan ya?hehe..itulah manusia. Udah tau jelek tapi masih dipelihara.

Disaat diri ini sampai di titik jenuh selalu aja tanpa disengaja suka dapat tamparan kecil dari orang lain. Banyak yang suka ngingetin katanya mau bermanfaat buat orang lain, katanya mau kerja iklas, katanya mau lebih maju, katanya dan katanya lainnya selalu terngiang ditelinga ini. Hal itu yang tanpa disadari jadi tamparan kecil buat saya. 

Berubah yukz untuk diri sendiri dulu agar bisa berdampak untuk orang lain. 1 perubahan kecil yang kita lakukan tiap hari akan menjadi perubahan besar untuk lingkungan kita. 

Lakukan hal yang kecil untuk merubah yang besar. Lakukan dari diri sendiri sebelum menilai orang lain. Lakukan saat ini jangan menunggu saat yang tepat. 

Bismillah..Semangaaatt..

Minggu, 22 Juni 2014

Debat Capres

Debat Capres ke-3 yang berlangsung kemarin 22 Juni 2014 mengangkat tema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional". Tema yang menarik buat saya untuk mengikuti debat tersebut karena saya tau sedikit tentang Ketahanan Nasional.

Ketahanan Nasional itu ada 8 gatra, saya sangat berharap bisa tau apa yang menjadi visi para Capres dengan mengupas ke8 gatra tersebut. Tapi sayang tadi malam ke-2 Capres hanya membahas dari sisi ekonomi dan pertahanan saja.

Sedikit pengetahuan saya mengenai Ketahanan Nasional yang saya dapat kan dari kantor dan kuliah S2 saya ternyata cukup bermanfaat dan mampu mengkritisi debat tadi malam. Ada istilah yang baru saya dengar justru tadi malam, salah satu Capres menyebutkan "pertahanan hybrid". Karena penasaran saya googling mengenai hal tersebut, tapi kok adanya cuma dari sang Capres itu aja ya?

Mungkin sedikitnya pengetahuan yang saya miliki menyebabkan saya terkesan menjatuhkan Capres yang tidak mengerti masalah Tannas. Tetapi menurut saya Tannas harus dibahas melalui 8 gatra dengan integral, komprehensif dan holistik. Tannas sangat berpengaruh bagi bangsa, konflik LCS pun berpengaruh bagi Indonesia.

Open recruitment yang dilakukan KemenPan&RB untuk pejabat eselon I saja mensyaratkan salah satunya telah alumni Lemhannas atau Diklatpim Tk. I, kenapa untuk menjadi seorang Presiden hal itu tidak dilakukan?

Saya berharap Presiden terpilih nantinya dengan rendah hati mau untuk main di Lemhannas dulu selama 1 bulan sebelum menjalankan tanggung jawabnya sebagai Presiden. 6 core Lemhannas sangat diperlukan untuk membangun negara ini. Semoga negara ini semakin maju dan menjadi lebih baik. Ammiin

Selasa, 03 Juni 2014

Pemimpin Negeri

Pesta Demokrasi di Indonesia akan diadakan tahun ini 2014. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan berlangsung tanggal 9 Juli 2014 sudah membuat semua orang dinegeri ini turut sibuk untuk andil bagian. Ya kita memang harus turut sibuk dalam membangun negeri ini, kita tidak boleh cuek dan acuh terhadap negeri ini. 

Prabowo dan Jokowi adalah 2 orang Capres yang diharapkan akan membawa negeri ini kearah yang lebih baik untuk 5 tahun kedepan. Seharusnya kehadiran 2 orang ini dapat memberikan angin segar untuk kemajuan bangsa setelah 10 tahun dipimpin oleh SBY. Tapi yang sangat disayangkan adalah hingar bingar para pendukung dari kedua kubu yang saling menjatuhkan. 

Sedih kalo melihat keadaan di negeri ini saat ini. Seharusnya pesta demokrasi kita sambut dengan lebih baik. Dengan menyampaikan berbagai visi yang diemban oleh para Capres yang ada seharusnya dapat menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki calon pemimpin yang hebat. 

Sayangnya tidak semua orang dinegeri ini melihat berbagai masalah secara positif. Visi disampaikan oleh salah satu Capres malah dijadikan permasalahan baru oleh Capres lainnya. Terlalu banyak orang yang pesimis akan keadaan negeri ini. Terlalu banyak orang yang ingin menjatuhkan lawannya dengan curang. Ada apa dengan negeri ini? Semoga pesta demokrasi kali ini dapat memberikan harapan baru bagi bangsa Indonesia.

Seseorang yang hebat akan muncul melalui perjuangan, tidak dengan jalan yang mudah. Negeri ini tidak kekurangan pemimpin, negeri ini hanya butuh pemimpin yang berani. Berani untuk membawa bangsa ini mengarungi lautan luas dengan ombak yang besar.  


Minggu, 25 Mei 2014

Komodo Trip

Hari ke-1
Terminal 3 Soetta, 15 Mei 2014 jam 5.45 sudah terlihat ramai. Saya pun turut ikut meramaikan bandara itu di pagi hari. Pesawat LionAir jam 08.15 akan membawa saya menuju Denpasar yang akan dilanjutkan dengan WingsAir menuju Labuan Bajo. Waktu boarding LionAir kaki ini ontime, tapi waktu lepas landasnya justru mundur 1 jam dengan alasan menunggu kelengkapan dokumen. Selama 1 jam penumpabg menunggu di dalam pesawat dengan udara pengap karena ac tidak nyala.

Seharusnya sampai Denpasar kita memiliki waktu 50 menit untuk transit, tetapi karena waktu terbang kita tadi terlambat jadi di bandara Denpasar kita gak masuk ruang tunggu lagi tapi langsung naik pesawat WingsAir yang udah siap. Perjalanan Denpasar menuju Labuan Bajo ditempuh selama 1 jam 30 menit.

Selamat datang dibandara udara Komodo Labuan Bajo. Peserta trip kali jumlahnya 17 orang. Dari bandara kita langsung menuju pelabuhan tempat kapal yang akan membawa kita mengelilingi lautan flores berlabuh. Rombongan dibagi menjadi 2 kapal. Karena sampai Labuan Bajo udah siang, cacing diperut mulai ramai demo. Kapten kapal dan ABK menyiapkan makan siang untuk kita.






Setelah makan siang tujuan pertama sailing komodo kali ini adalah pulau kanawa. Pulau ini sangat sepi, yang biasa bermalam disini pun para wisatawan mancanegara. Gak lama kita di pulau kanawa karena waktu udah makin sore. Dari pulau kanawa kita menuju Gili Laba untuk bermalam disana.

Hari ke-2

Selamat pagi Gili Laba. Salah satu kenikmatan tidur dikapal atau yang sering disebut Live on Board (LOB) adalah pas bangun tidur tuh kita bisa langsung liat pemandangan yang keren banget. Beda banget deh sama Jakarta.hehe..

Ok, kegiatan kita hari ini dimulai dengan tracking Gili Laba. Setelah sarapan roti bakar secukupnya saatnya perjuang dimulai. Medan untuk tracking cukup terjal, karna kita nanjak kyknya tuh 60 derajat deh. Gak ada jalur datarnya, naik terus. Setelah kira-kira 45 menit tracking yang disela sama narsis disetiap kesempatan akhirnya kita berhasil juga sampai di atas. 

Subhanallah indah banget ya ciptaan Allah itu. Memang bener ya segala sesuatu itu gak ada yang sia-sia. Walaupun harus pake perjuangan tapi apa yang didapat itu hasilnya keren banget. Akhirnya kita istirahat sambil sesi foto diatas. Setelah puas foto-foto mau gak mau kita harus kembali ke kapal, kita memilih jalur turun yang agak jauh dan landai, jadi gak lewat jalan waktu naik tadi.

Sesampainya kembali dikapal langsung disediain jus pisang + nanas yang seger banget. Beneran deh enak banget itu jus. Dan sarapan nasi goreng pun dilakukan jam 10 (sarapan apa persiapan makan siang ya?). Sambil ngabisin sarapan kapal terus berlayar menuju tempat selanjutnya yaitu Manta Point.

Di manta point awalnya kita bingung yang mana sih mantanya? Gak taunya banyak banget dan gede-gede lagi. Pada gak sadar klo itu manta. Puas kejar-kejaran sama manta perjalanan dilanjut ke Batu Bolong, disini bawah lautnya keren warna warni lho. Tapi klo mau snorkeling disini harus hati-hati, karena kita gak boleh ngelewatin batas batu itu. Klo udah keluar dari area batu itu bisa bahaya banget karena arusnya serem. Banyak kejadian orang yang kebawa arus disitu.

Dari batu bolong kita pulau gusung yang gak jauh dari situ. Pasirnya pink lho disini. Puas banget foto-foto sama main air disitu. Lanjut kita ke Pink Beach yang terkenal dimana-mana. Dari kemarin perjalanan kita kayak private tour, karena tempat yang kita datengin tuh sepi semua, jadi gak rebutan view untuk sesi foto. Nah di pink beach ini rame bener, banyak kapal-kapal yang kesini. Disini terumbu karangnya bagus dan juga gak dalem. Klo snorkeling tuh deket banget sama badan, bisa cuma jarak sejengkal aja. Makanya bisa keliatan langsung juga tanpa harus snorkeling.

Gak lama kita di pink beach lanjut pindah nyari tempat untuk istirahat malam ini. Akhirnya kita bermalam di Kalong Komodo. Disini airnya lebih tenang daripada tempat yang semalem. 


Hari ke-3

Bangun tidur langsung liat sunrise itu rasanya indah banget ya. Pagi-pagi kapal langsung bergerak menuju pulau padar. Pulau kedua yang akan kita daki setelah kemarin Gili Laba. Saatnya bersiap-siap, soalnya katanya sih viewnya lebih ok dari yang kemarin.

Tracking kali ini memang gak seberat Gili Laba yang nanjak terus. Jalur kali ini lebih landai tapi panjang. Mendekati puncak jalur semakin sulit. Tapi lagi-lagi setelah sampai puncak semua terbayarkan oleh apa yang dapat dilihat dari sini. Saya merasa amat kecil dan gak ada apa-apanya klo melihat keindahan ini. Perjalanan kemana pun selalu membuat saya sadar akan Kebesaran Tuhan.


Sesi foto itu gak boleh ketinggalan. Walaupun mata kita selalu mengcapture gambar lebih indah dari kamera tapi kamera harus tetap ikut mengabadikannya. Dari atas Padar Utara kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa indahnya dan ini di INDONESIA. Setelah capek tracking saatnya leyeh-leyeh di padar selatan. Menurut saya pasir disini lebih pink dari yang di pink beach.

Perut kenyang kaki pegel saatnya tidur siang. Perjalanan dari Padar menuju Rinca kurang lebih 2 jam, makanya harus dimanfaatkan untuk istirahat. Sesampainya di Rinca saatnya bertemu komodo yang ditunggu-tunggu.


Komodo disini masih sangat liar, jadi kita hanya boleh mengambil gambar dengan jarak 5m. Selama berjalan-jalan disini kita harus selalu waspada, karena komodo paling jago untuk mengelabui lawan. Dari pulau rinca kita menuju pulau kalong. Woow banyak banget kalongnya kayak laron, tapi ini gede-gede banget. Puas ngeliat kalong yang terbang kayak laron saatnya mencari tempat untuk istirahat.

Berhubung ini malam terakhir perjalanan kita jadi malam ini kita makan malam bareng-bareng dikapal besar. Saatnya 2 kapten kapal untuk saling unjuk rasa. Tapi masakan kapten kapal itu enak-enak semua lho. Perut kenyang mata ngantuk saatnya tidur, malam ini kita berada disekitar pulau kelor.


Hari ke-4

Hari terakhir untuk menikmati udara dialam bebas. Kita menikmati pemandangan dengan bersantai di pulau kelor. Jarak pulau kelor dna labuan bajo pun tidak jauh. Menghabiskan waktu bersantai di pulau kelor gak terasa membosankan. 

Jam 1 siang kita udah sampai di labuan bajo. Sebelum terbang menuju denpasar kita mampir ke toko souvenir yang ada di depan bandara. Akhirnya selamat tinggal Labuan Bajo, sepertinya saya akan balik kesini lagi, karena pemandangan disini sangat indah.


Sesampainya di Denpasar kita masih ada waktu 4 jam. Berhubung banyak yang kelaperan akhirnya kita makan ayam taliwang  yang deket Krisna biar bisa sekalian belanja. Karena waktu masih cukup untuk muter-muter Bali akhirnya kita muter tol Bali, tapi sayang airnya sedang surut jadi terlihat seperti rawa. Jam 20.30 panggilan boarding, Lion air nya gak delay lho. Sampe Jakarta jam 21.30 dan sampe rumah jam 23.00 dengan selamat dan capek.

Perjalanan kali ini memang melelahkan. Tapi keindahan negeri ini harus disyukuri. Jelajahlah negeri kita tercinta selagi ada kesempatan. Dengan begitu kita dapat mensyukuri segala ciptaanNya dimuka bumi ini.





Minggu, 11 Mei 2014

Pejuang bukan? HADAPI...

"Temen2 relawan JKT hari minggu, 11 Mei 2014 temen2 relawan Bogor mau bagi2 DVD, kita bantu yuk"
itu merupakan whatsapp yang masuk ke grup TurunTangan JKT. Entah mengapa tanpa berfikir panjang saya langsung jawab "mau ikuut". 

Minggu, 11 Mei 2014 jam 6.30 saya sampai di markas Ciasem. Beberapa orang udah dateng dan bahkan ada yang nginep. Pagi yang cerah akan nemenin kita para relawan JKT & Bogor untuk jalan2. Setelah cemal-cemil sarapan & tunggu2an akhirnya jam 7.30 4 mobil rombongan Jkt menuju ke meeting point di kampus pascasarjana IPB.

Sepanjang perjalanan saya sempet bertanya-tanya sendiri, sebenernya ngapain ya pagi2 ngumpul di Ciasem trus ke Bogor?kan enakan tidur dirumah aja. Ngapain juga kita sibuk2 ngenalin seseorang ke masyarakat umum padahal kita juga baru kenal sama sosok itu, saudara juga bukan apa untungnya buat saya? 

Pertanyaan2 itu bukan hanya saya yang merasakan, karena kita sempat ngebahasnya dalam perjalanan pagi ini. Katanya relawan Rp. 0 tapi kok masih ngerogoh kocek sendiri buat beli bensin dan bayar tol? Ini sih namanya relawan minus..haha..bener juga ya. Tapi kok kita semua mau2nya sih?

Hal-hal yang ada dari alam bawah sadar mungkin yang menggerakan kita para generasi muda untuk bertindak, bukan hanya mendiamkan. Ternyata jawabannya adalah karena kita orang-orang yang sangat peduli dengan Indonesia dan yakin Indonesia akan bangkit. 

Jam 8.30 kita ngumpul di kampus pascasarjana IPB. Agenda awal perkenalan para relawan dan penjelasan mekanisme kegiatan hari ini. Ternyata perjalanan kita kali ini panjang, dimulai dari CFD di Tegar Beriman Cibinong, makan siang di Bakso Sukowati Cikeas, terminal Cileungsi dan berakhir di kampung cina.

Sebelum hari mulai panas mari kita berangkat. Jam 9.00 kita menuju CFD Tegar Beriman, rombongan bertambah menjadi 7 mobil dengan total 27 relawan.

Saatnya berjuang, para relawan menyebar di daerah CFD. Disini kita bagi2 koran dan DVD. Pada saat saya membagikan koran ada seorang ibu yang bertanya untuk apa ini?apa hebatnya orang ini?Akhirnya saya pun menjelaskan sedikit panjang lebar kepada ibu tersebut. Disaat saya mau pamitan ibu pun berkata "lain kali jangan koran doank, kaos kek atau apa gitu" wow akhirnya saya jawab saja "kami relawan bu, kaos aja beli sendiri" ibu itu menjawab lagi "jangan mau dunk klo udah repot disuruh beli sendiri" akhirnya pembicaraan mulai memanjang lagi. Miris ya klo menghadapi orang yang maunya hanya diberi tanpa ingin memberi. Ok kita gak berlama-lama disini karena hari sudah semakin siang. Saatnya menuju Cikeas.

Perjalanan menuju Cikeas agak lama karena kita bertemu dengan kemacetan. Langsung mikir deh apa iya pak SBY klo pulang lewat sini, jalan cibubur yang selalu macet? gak kebayang klo harus pake pengawal yang malah bikin jalan semakin macet.

Berhubung udah jam 11.30 jadi tujuan langsung ke Bakso Sukowati Cikeas yang konon kabarnya tempat makan para menteri. Kali aja kita2 ini nantinya akan menjadi menteri untuk membantu Indonesia. Para relawan berhasil memerahkan rumah makan tersebut. Niat awal kita mau muter DVD disitu eh batal karena semua udah konsentrasi sama makanannya masing2..hehe

Makan bakso udah, salat zuhur udah, saatnya perjuangan dilanjut ke terminal Cileungsi. Walau panas terik menghadang tidak mengurangi semangat para relawan untuk bertemu dengan orang2 disekitar terminal. Lagi2 disini ada seorang ibu yang bilang ke saya "lain kali amplopnya dunk jangan koran doank". Saya langsung berfikir, bener juga ya ibu itu, klo koran ini diamplopin pasti akan lebih bagus dan menarik..hehe..Itulah sedikit foto masyarakat Indonesia saat ini.

Di terminal ini kita sempat istirahat sejenak untuk menghilangkan dahaga karena teriknya matahari siang ini. Eh gak sengaja liat warung ini punya DVD, akhirnya kita minta ibunya untuk pasang DVD yang kita bawa, nobar seadanya pun berlangsung diwarung itu.

Jam 14.30 kita menuju lokasi terakhir di kampung cina. Memang ini lokasi yang bagus, karena banyak masyarakat yang berdatangan kesini. Tapi ternyata eh ternyata kita gak dikasih ijin sama petugas sekitar. Ok relawan gak menyerah kok, kita piknik aja klo gitu disini sambil evaluasi kegiatan hari ini.

Akhirnya jam 15.30 acara selesai dan kita berpisah dengan relawan Bogor. Terima kasih teman2 untuk perjuangan dan ilmunya hari ini. Abis dapet ilmu dilapangan dapet juga ilmu tambahan selama perjalanan pulang. Hari ini kita udah membuat sejarah untuk perubahan Indonesia mendatang teman. Para pejuang2 baru telah lahir.


Selasa, 29 April 2014

Saatnya Turun Tangan bukan hanya Urun Angan...

Pejuang bukan? Hadapi..

Lebih dari 100 orang yang mayoritas anak muda Indonesia hari minggu, 27 April 2014 berkumpul di depan fX Senayan. Apa yang mereka lakukan pagi itu? ternyata hanya hal kecil mungkin bagi banyak orang yang pesimis akan kemajuan bangsa ini, tapi kegiatan yang mereka lakukan pagi itu merupakan hal besar bagi kami semua yang #MemilihOptimis untuk memajukan bangsa ini. 

Jam 7 pagi para relawan turun tangan melakukan long march menuju Hotel Sahid untuk menghadiri dan mendukung Anies Baswedan dalam Debat Final Konvensi Demokrat. Siapa sih Anies Baswedan?ngapain sih kita harus dukung dia?banyak pertanyaan yang terlintas tentang seorang Anies Baswedan. 

Mas Anies merupakan satu dari banyaknya pemuda Indonesia yang #MemilihOptimis untuk negeri ini. Mas Anies yang menyadarkan para pemuda Indonesia bahwa kita tidak boleh putus asa dan hanya bisa mengeluh atas keadaan di negeri ini. Berbagai quote2 mas Anies sangat menyentil para generasi muda bangsa ini, terutama saya. Semangat untuk membangun negeri ini harus kembali menggelora.

Melalui relawan turun tangan yang telah lebih dari 23.000 orang kita sadar bahwa masih banyak orang-orang baik yang siap iuran untuk membangun negeri ini. Kami relawan bukan bayaran, kami tidak dibayar bukan karena kami tidak bernilai tapi karena kami tidak ternilai. Para relawan dengan bayaran Rp. 0 dengan kesadaran diri mereka masing-masing datang dari seluruh penjuru untuk mendukung Capres yang baik di negeri ini.

Di lobby Hotel Sahid sudah terlihat berbagai poster para peserta konvensi. Dari 11 peserta konvensi tidak ada 1 pun poster yang bergambar Anies Baswedan terpampang di Hotel Sahid. Mas Anies sudah sangat percaya pada kita para relawan yang mendukungnya, jadi gak perlu lagi untuk ngeluarin dana besar hanya untuk memperkenalkan Mas Anies. Debat berlangsung dari pukul 10.00 sampai dengan 16.00. Tidak semua relawan dapat masuk karena keterbatasan tempat yang disediakan.

Streaming pun kita lakukan diluar ruangan, apapun yang terjadi kita tetap #MemilihOptimis. Kebersamaan para relawan sangat mengharukan, dari berbagai daerah mereka berkumpul sudah seperti keluarga. Pada saat istirahat pun Mas Anies menyempatkan untuk menyapa para relawan yang udah mendukungnya dari pagi. Kerendahan hati, pemikiran, ide, gagasannya sangat menggelora dan menarik bagi generasi muda. Disetiap kesempatan Mas Anies selalu memperkenalkan relawan turun tangan, bahkan kemarin di depan Pak SBY pun mas Anies memperkenalkan kami para relawan turun tangan.

Jadi, tunggu apa lagi. Janganlah kalian takut pada opini saat ini, tapi takutlah pada opini sejarahwan dimasa yang akan datang. Negeri ini bukan tidak memiliki orang baik, tetapi banyak orang baik yang hanya memilih diam dan mendiamkan. Mari sama-sama kita ubah bangsa ini untuk menjadi lebih baik dengan #MemilihOptimis dan ikut serta dalam Turun Tangan bukan hanya Urun Angan. Anak muda memang minim pengalaman, karena itu dia tidak menawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan!!!



Kamis, 24 April 2014

Belitung i’m comiiinnngg...


Semua berawal dibulan oktober waktu saya sama temen2 saya sibuk nyoba2 cari tiket promo yang akhirnya dapetin tiket promonya GA Jkt – Tj.Pandan PP dgn harga 787rb. Setelah melewati berbagai perdebatan yang cukup sengit akhirnya diputuskan tanggal 12 – 14 April 2014 kita akan jalan2 ke Belitung.

Sabtu, 12 April 2014 jam 9 pagi kita ketemuan di Soetta. Akhirnya jam 11.00 pesawat lepas landas, setelah nunggu antrian selama setengah jam. Perjalanan kita belitung kali ini b4, 3 cewe dan 1 cowo. Sesampainya dibelitung langsung disambut dengan teriknya matahari siang itu. Dan ternyata eh ternyata Dinda yang akan nemenin kita sampe tanggal 14 udah nungguin ditemenin bang arya wiguna.hehe..

Dari bandara tujuan utama kita hari ini adalah museum kata Andrea Hirata dan replika SD Muhammadiyah. Ditengah perjalanan kita berenti di tugu 1001 Warung Kopi untuk bernarsis ria dulu yang merupakan ikon khas Manggar. Sebelum ke museum kata kita sempat mampir ke rumah Ahok dan melihat2 batik belitung yang dijual di halaman rumah Ahok yang sekarang ditempati oleh adiknya yang merupakan Bupati Belitung Timur. Gak jauh dari rumah Ahok sampailah kita di museum kata Andrea Hirata. Disini banyak dipajang berbagai karya Andrea Hirata juga foto2 pemeran film Laskar Pelangi. Selain itu kita juga bisa mencicipi kopi khas Belitung di tempat ini.

Perjalanan selanjutnya adalah replika SD Muhammadiyah yang sengaja dibangun untuk syuting film Laskar Pelangi. Kernarsisan pun berlanjut disekitar SD. Setelah capek berfoto2 ria kita menuju penginapan untuk nyiciipin kasur sebentar. Perjalanan 1,5 jam menuju penginapan diiringi berbagai musik pengantar tidur, dari pop, dangdut, sampe lagu2 nostalgia (jadul).



Sesampainya di penginapan kita istirahat sebentar trus siap2 untuk hunting sunset di Tanjung Pendam. Alhamdulillah cuaca cukup bagus jadi kebagian deh sunsetnya. Berhubung trip kilat jadi persiapan belanja oleh2 harus diatur baik2, setelah hunting sunset kita mampir ke toko OK yang menjual oleh2 khas Belitung. Hari ini kita hanya sekedar icip2 oleh2 yang akan dibawa, karena besok kita masih menjadwalkan untuk beli oleh2 lagi..hehe..malam semakin larut, perut semakin lapar, dan mata semakin ngantuk. Sebelum kembali ke penginapan kita makan malam di RM Belitung Timpok Dulu. Tempatnya di desain sesuai dengan namanya, berbagai perabotan yang ada pun tempo dulu. Setelah perut kenyang saatnya untuk tidur nyenyak biar besok tenaga bisa kembali penuh untuk mengarungi lautan Belitung..hehe


Minggu, 13 April 2014 setelah terjadi sedikit perdebatan semalem antara yang mau liat sunrise dan milih tidur, akhirnya diputuskan hari ini kita bangun agak siang.hehe..acara hari ini bertemakan air, jadi siap deh untuk basah2an. Hari ini rombongan kita bertambah 2 orang cewe lagi, seneng dapet temen baru dari Kalimantan. Sebelum ketemu sama air dan teman2nya kita sarapan mie Belitung dulu di warung mak Janah. Selanjutnya udah sabar deh main air dan saatnya berubah a.k.a ganti kostum yang siap basah. Belitung terkenal dengan pantai yang memiliki batu2 besar yang cantik. Disini mulai takjub dan berfikir akan Kuasa Allah SWT yang tiada tandingannya. Siapa coba yang mau iseng pindahin batu yang gede2 gitu ke pantai2 di daerah Belitung kalau bukan karena Kuasa Allah SWT.

Saya seneng banget yang namanya jalan2 di alam terbuka, karena itu merupakan salah satu kondisi dimana kita bisa semakin yakin akan seluruh Kuasa Allah SWT. Perjalanan membelah air selama 30 menit tidak terasa karena kita disuguhi berbagai pemandangan batu2an yang indah, selain itu disini juga membuktikan bahwa bumi itu bulat, karena gak ada ujungnya tuh lautan.

Pulau yang paling terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas. Di pulau ini terdapat mercusuar yang tingginya 18 lantai. Sesampainya disana kita foto2 sebentar dan langsung penasaran untuk naik ke mercusuar tersebut. Dengan semangat 45 kita berjuang untuk sampai di lantai 18. Alhamdulillah, memang semua perjuangan gak ada yang sia2. Sampai di atas kita bisa melihat pemandangan di sekitar pulau itu dengan jarak pandang yang sangat jauh. Subhanallah, sungguh indah ciptaan-Mu.


Ada sesuatu yang menajubkan di pulau ini. Kita ketemu sama serombongan ibu2 yang usianya sekitar 60-70 tahun, yang ternyata mereka rombongan ibu2 pengajian dari kalibata,Jakarta. Wah hebat ya, jadi makin terinspirasi untuk terus jalan2 nih. Bahkan salah satu dari ibu2 itu ada yang udah jalan2 ke raja ampat bareng komunitas lansianya. Setelah makan siang di pulau lengkuas selanjutnya kita snorkling di deket pulau tersebut.

Puas snorkling gerimis pun datang, akhirnya kita merapat di pulau kepayang. Dibelakang pulau tersebut ada penangkaran tukik, hanya saja hari ini sudah tidak ada karena bulan lalu ratusan tukik sudah dilepas. Seorang penjaga disana menceritakan semalam ada penyu dengan ukuran sangat besar yang terdampar ke pulau itu, tapi tadi pagi sudah diangkat oleh 4 orang untuk dikembalikan ke habitatnya. Berhubung hujan semakin deras akhirnya kita istirahat di pulau itu ditemani dengan pisang goreng coklat keju, teh manis panas dan suara deru ombak yang bisa bikin galau.haha..

Saatnya perjalanan dilanjutkan, nah ini tempat tinggal untuk mengeluarkan bakat kenarsisan saya sama temen2 saya aja. Batunya keren2 untuk dijadiin background foto soalnya. Sibuk pose sana sini gak terasa udah sore deh, mau gak mau kita harus kembali ke daratan.


Selanjutnya mari kita hunting sunset di Tanjung Tinggi. Disinilah tempat lokasi syuting film laskar pelangi, yang pas adegannya mereka pada lari2an itu lho. Batu 2 disini buanyak banget, dan kita harus sukses lompat kesana kesini untuk dapet view terbaik di tanjung tinggi.

Malam ini malam terakhir bagi kita (*nyanyi dangdut), jadi saatnya belanja oleh2 yang kurang untuk dibawa ke Jakarta. Selesai belanja saatnya makan, udah pada protes soalnya cacing2 diperut. Malam ini kita diajak dinda makan di Kedai SS, menu makanan disini macem2 yang pasti Indonesia banget. Akhirnya jam 9 malam saatnya kita packing dan siap2 untuk hari terakhir besok.

Senin, 14 April 2014 adalah hari terakhir kita di Belitung. Dengan baik hati dinda ngasih bonus trip untuk hari terakhir ini. Pagi2 kita hunting sunrise di danau kaolin. Disini danau buatan tapi keren lho, kayak refleksi gitu viewnya. Berhubung mata masih ngantuk jadi kenarsisan sedikit berkurang. Nah ini dia bonus trip dari dinda, Batu Baginda. Batu ini tingginya 148 mdpl, usaha untuk kesana lumayan lho, dari jalan dihutan yang nanjak trus masih harus manjat tuh batu pake tangga yang dibuat dari kayu2 patahan pohon. Tapi pas sampe diatas view nya keren banget. Puas deh rasanya.


Akhirnya jam 10.30 kita dah sampe dibandara dan siap2 untuk penerbangan kembali ke jakarta jam 12.30. makasih ya untuk dinda n bang arya wiguna dan nemenin 3 hari di belitung, sama eka n dani yang ikutan menggila bareng kita.