14 Juli 2013 merupakan salah satu hari
bersejarah buat saya. Karena hari ini saya akan ikut acara Ngaboeboerit ke
Tjikini bareng Komunitas Historia Indonesia (KHI). Kenapa saya bilang
bersejarah, karena Cikini merupakan jalan yang 5 kali dalam seminggu
(baca:weekdays) saya lewatin tapi sampai tanggal 13 Juli 2013 saya gak tau
cerita tentang jalan itu. Akhirnya peristiwa bersejarah itu datang juga. Jam
13.00 saya beserta sekitar 100 orang lainnya berkumpul di Museum Joang ’45.
Dari awal aja udah banyak peristiwa bersejarah buat saya, karena saya baru
pertama kali ke Museum Joang ’45. Sambil menunggu acara dimulai saya dan
beberapa teman saya berkeliling Museum Joang ’45 sambil berfoto-foto,
kenarsisan pun dimulai.hehe.. Sekitar pukul 14.00 seluruh peserta Ngaboeboerit
Tjikini berkumpul di Aula Museum Joang ’45 untuk nonton film tentang Museum
tersebut. Museum Joang ’45 dahulunya adalah sebuah hotel, yang kemudian berubah
menjadi tempat pendidikan politik sebelum akhirnya menjadi Museum Joang ’45. Sebelum perjalanan dimulai kita foto2 dulu biar bisa dikenang dalam sejarah -Quote by kang Asep Kambali-
Dari Museum Joang ’45 kami mulai menelusuri jalan Cikini Raya. Pertama-tama
kami sampai di Kantor Pos Cikini, dahulu disinilah pusat percetakan prangko.
Dari kantor pos Cikini kami mengunjungi salah satu toko roti tertua di
Indonesia yaitu Tan Ek Tjoan, yang berdiri dari tahun 1921. Sayang kami tidak
dapat melihat proses pembuatan roti secara langsung, dikarenakan pada bulan
Ramadhan proses pembuatan roti dilaksanakan pada pagi hari.
Kemudian kami
bergerser ke Kebun Binatang Cikini yang sekarang sudah berubah menjadi Taman
Ismail Marzuki (TIM). Setelah itu rombongan berjalan menuju SMP 1, bangunan SMP
1 masih terlihat arsitektur kuno. Sebelum melanjutkan perjalanan sesi narsis pun tetap dilakukan..
Dari SMP 1 kami menuju Perguruan Cikini. Di
pintu gerbang Perguruan Cikini pernah terjadi peristiwa pengeboman terhadap Ir
Soekarno pada saat mengantarkan anaknya sekolah. Setelah itu kami berjalan
menelusuri jalan Raden Saleh menuju RS PGI Cikini. Disini kami akan berkunjung
ke Istana Raden Saleh.
Dan Woow saya baru melihat ada bangunan megah di dalam
RS PGI Cikini yang merupakan rumah/ istana Raden Saleh. Kebun Binatang Cikini
pun dibangun oleh Raden Saleh. Dari balkon rumahnya Raden Saleh memiliki
pemandangan yang luas sampai ke Kebun Binatang, oleh karena itu banyak
karya-karya Raden Saleh yang berupa lukisan binatang. Karena dari balkon itulah
Raden Saleh mendapatkan inspirasi untuk melukis. Selain itu di RS PGI Cikini
juga terdapat Kapel. Perjalanan berakhir di Masjid Al Makmur Cikini. Akhirnya
kita berbuka puasa dan salat Magrib di Masjid ini serta mengakhiri perjalanan
bersejarah ini sepanjang 1,5km. Jadi sepertinya penguasa Cikini itu Raden
Saleh ya...hehe..
Sepertinya akan semakin banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang akan
saya lalui...ayoo semangat untuk membuat sejarah bagi diri sendiri...




