Senin, 15 Juli 2013

Ngaboeboerit ke Tjikini



14 Juli 2013 merupakan salah satu hari bersejarah buat saya. Karena hari ini saya akan ikut acara Ngaboeboerit ke Tjikini bareng Komunitas Historia Indonesia (KHI). Kenapa saya bilang bersejarah, karena Cikini merupakan jalan yang 5 kali dalam seminggu (baca:weekdays) saya lewatin tapi sampai tanggal 13 Juli 2013 saya gak tau cerita tentang jalan itu. Akhirnya peristiwa bersejarah itu datang juga. Jam 13.00 saya beserta sekitar 100 orang lainnya berkumpul di Museum Joang ’45. Dari awal aja udah banyak peristiwa bersejarah buat saya, karena saya baru pertama kali ke Museum Joang ’45. Sambil menunggu acara dimulai saya dan beberapa teman saya berkeliling Museum Joang ’45 sambil berfoto-foto, kenarsisan pun dimulai.hehe.. Sekitar pukul 14.00 seluruh peserta Ngaboeboerit Tjikini berkumpul di Aula Museum Joang ’45 untuk nonton film tentang Museum tersebut. Museum Joang ’45 dahulunya adalah sebuah hotel, yang kemudian berubah menjadi tempat pendidikan politik sebelum akhirnya menjadi Museum Joang ’45. Sebelum perjalanan dimulai kita foto2 dulu biar bisa dikenang dalam sejarah -Quote by kang Asep Kambali-

Dari Museum Joang ’45 kami mulai menelusuri jalan Cikini Raya. Pertama-tama kami sampai di Kantor Pos Cikini, dahulu disinilah pusat percetakan prangko. 

Dari kantor pos Cikini kami mengunjungi salah satu toko roti tertua di Indonesia yaitu Tan Ek Tjoan, yang berdiri dari tahun 1921. Sayang kami tidak dapat melihat proses pembuatan roti secara langsung, dikarenakan pada bulan Ramadhan proses pembuatan roti dilaksanakan pada pagi hari. 

Kemudian kami bergerser ke Kebun Binatang Cikini yang sekarang sudah berubah menjadi Taman Ismail Marzuki (TIM). Setelah itu rombongan berjalan menuju SMP 1, bangunan SMP 1 masih terlihat arsitektur kuno. Sebelum melanjutkan perjalanan sesi narsis pun tetap dilakukan..

Dari SMP 1 kami menuju Perguruan Cikini. Di pintu gerbang Perguruan Cikini pernah terjadi peristiwa pengeboman terhadap Ir Soekarno pada saat mengantarkan anaknya sekolah. Setelah itu kami berjalan menelusuri jalan Raden Saleh menuju RS PGI Cikini. Disini kami akan berkunjung ke Istana Raden Saleh. 

Dan Woow saya baru melihat ada bangunan megah di dalam RS PGI Cikini yang merupakan rumah/ istana Raden Saleh. Kebun Binatang Cikini pun dibangun oleh Raden Saleh. Dari balkon rumahnya Raden Saleh memiliki pemandangan yang luas sampai ke Kebun Binatang, oleh karena itu banyak karya-karya Raden Saleh yang berupa lukisan binatang. Karena dari balkon itulah Raden Saleh mendapatkan inspirasi untuk melukis. Selain itu di RS PGI Cikini juga terdapat Kapel. Perjalanan berakhir di Masjid Al Makmur Cikini. Akhirnya kita berbuka puasa dan salat Magrib di Masjid ini serta mengakhiri perjalanan bersejarah ini sepanjang 1,5km. Jadi sepertinya penguasa Cikini itu Raden Saleh ya...hehe..
Sepertinya akan semakin banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang akan saya lalui...ayoo semangat untuk membuat sejarah bagi diri sendiri...

Minggu, 14 Juli 2013

Posting pertama

Posting pertama pasti akan menjadi sejarah..dulu saya udah pernah bikin blog, tetapi karena kesibukan dan "kemalasan" (yang paling utama) akhirnya blog itu terabaikan..mulai sekarang saya mau membagikan coretan-coretan sejarah ku disini..semoga tidak hanya untuk hari ini tapi seterusnya..Aamiin..